Thursday, June 3, 2010

misteri paus perempuan di vatikan

Beberapa figur historis telah menggetarkan rantai-rantai Vatikan, seperti Paus Joan. Paus Joan adalah wanita yang sekarang disepakati telah menjadi figur cerita rakyat, tetapi kisahnya terus menghantui kepausan hingga sekarang.

Banyak versi dari cerita serupa yang muncul, dan yang paling terkenal adalah yang ditulis oleh seorang iman dari abad ke-13 bernama Martin Troppau. Ia menceritakan bahwa Joan adalah seorang wanita Inggris yang menggunakan pakaian pria dan mempunyai nama samaran Yohanes dari Mainz sebelum berangkat ke Athena. Di sana ia mengejutkan para cendekiawan dengan kemampuan akademisnya yang belum pernah ada sebelumnya.



Ilustrasi Paus Joan yang melahirkan dalam suatu prosesi kepausan berkeliling kota


Joan kemudian pindah ke Roma untuk mengajar sains dan menarik banyak perhatian sehingga ia pada akhirnya dipilih menjadi Paus pada tahun 855 Masehi. Ia kemudian hamil akibat hubungannya dengan dengan salah seorang pembantunya dan berakhir dengan terungkapnya identitas kewanitaan Joan, ketika melahirkan tanpa sengaja dalam sebuah prosesi kepausan keliling kota. Paus Joan wafat seketika, meskipun tidak diketahui tepatnya apakah akibat melahirkan atau akibat lemparan batu.

Sumber dari legenda ini pun seperti biasa, tidak jelas. Beberapa sumber mengatakan bahwa legenda ini muncul dari cercaan sinis terhadap kelemahan Paus Yohanes VIII yang terlalu lunak dalam menghadapi invansi Saracen pada abad ke-9. Sumber-sumber lain berasal dari penemuan monumen dari seorang wanita tak dikenal di pingggir jalan dekat Koloseum.

Meski banyak versi dari cerita tersebut di atas, para pelayat, para pelayat tetap memberikan penghormatan mereka hingga sekarang, dan mengenai mengapa prosesi kepausan menghindari lokasi ini, banyak pihak yang beralasan bahwa jalan di lokasi tersebut terlalu sempit.

Ada pula rumor yang mengatakan bahwa pada zaman dulu, Para Paus yang terpilih diminta duduk telanjang di atas sebuah kursi dari pualam yang memiliki sebuah lubang pada bagian bawahnya. Di bawah lubang itu sejumlah kardinal akan saling memberikan konfirmasi dengan ungkapan "Testiculos habet et bene pendentes" (ia memiliki testis dan alat vital yang bergerak dengan baik). Cerita ini secara universal dipercaya sebagai kebohongan dalam tingkat yang lebih tinggi.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment

 
K.3.N.J.I